Danau Kelimutu

BLUE CHRISTMAS

Invite Friends to MANGANESE ORE

MOVIES

Sunday, 27 December 2015

Jokowi Rayakan Natal di Kupang, Kepolisian Siapkan Pengamanan

                                     Herman Herry Dilaporkan ke Polda NTT oleh Albert Neno


Albert Neno melaporkan seseorang yang mengaku bernama Herman Herry ke Polda NTT, Sabtu (26/12/2015).

Albert Neno melaporkan hal tersebut karena oknum tersebut diduga telah memfitna yang mengeluarkan kata-kata tak pantas kepada Albert pada Jumat (25/12/2015) malam sekitar pukul 23.00 Wita.

Albert Neno yang ditemui di depan SPKT Polda NTT, Sabtu (26/12/2015) mengungkapkan dia mendapat telepon pada Jumat (25/12/2015) malam dari seseorang yang mengaku bernama Herman Herry yang menggunakan no telp 0811198xxx.

"Waktu itu saya ada terima tamu di rumah, lalu tiba-tiba ada telp masuk ke HP saya, saya pikir ada yang mau ucapkan selamat hari natal namun setelah saya terima ternyata dia mengaku bahwa dia bernama Herman Herry. Dia langsung maki saya bilang kau monyet, kau bangsat, kenapa mau tutup usaha saya," jelasnya

Neno yang saat ini sebagai Kasubdit 2 di dir narkoba Polda NTT merasa kaget. Namun dia mengatakan kepada Herman Herry bahwa dia tidak memiliki kewenangan untuk menutup usaha dan usaha mana yang mau ditutup.

"Dia tidak menjawab pertanyaan saya kemudian Herman Herry bertanya lagi kenapa kamu sita minuman orang. Kalau kamu hebat, kamu jantan, kamu jago, ketemu saya di hotel saya, bawa senjata. Kau ketemu saya, saya habiskan kau malam ini," ujar Neno.
Menurut Neno, selama pembicaraan melalui telepon sekitar lima menit itu, lebih banyak kata monyet dan bangsat yang dikeluarkan kepadanya.

"Saya laporkan dirimua monyet, saya akan lapor ke kapolri biar nanti kamu dicopot. Ada banyak kata monyet dan bangsat yang dia keluarkan karena itu saya sebagai warga negara, saya merasa terancam dan dihina. Dia baptis nama saya dengan monyet dan bangsat. Menurut saya, kalau dalam pelaksanaan operasi pekat ada kesalahan prosedur maka ada jalurnya bukan dengan cara maki-maki seperti itu. Saya merasa diancam dan difitnah karena itu saya laporkan, saya ingin tahu siapa yang ada dibalik semua ini. Saya memang tahu tempat usahanya yakni sotis hotel dan beer and barrel tapi saya tidak pernah masuk dan melakukan operasi di tempat tersebut karena operasi miras hanya dilaksanakan di kios-toko dan ruko," katanya sambil menambahkan dia juga telah melaporkan hal ini ke dir narkoba sebagai atasan langsungnya.*

No comments:

Post a Comment